You are here:    Home      Pendidikan      Rekomendasi Pondok Pesantren Sidoarjo untuk Putra Putri

Rekomendasi Pondok Pesantren Sidoarjo untuk Putra Putri

14/06/2022
Published in Pendidikan
Comments are off for this post.

 

Pondok pesantren Sidoarjo memang jadi pilihan menarik untuk masyarakat di Jawa Timur. Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu dari nama kabupaten di Provinsi Jawa Timur, dan berbatasan langsung dengan kota Surabaya di bagian utara.

Nah, di Kabupaten Sidoarjo inilah masih berdiri sangat kokoh bangunan pondok pesantren tertua di Jawa Timur dan hingga sekarang masih tetap digunakan. Dari ponpes inilah lahir sejumlah tokoh islam hebat yang fokus berdakwah di seluruh penjuru nusantara.

Baca juga: Peta Jawa Timur HD

Daftar Pondok Pesantren Sidoarjo Terbaik

Pondok pesantren Sidoarjo terletak di beberapa kelurahan dan juga desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Krian, Candi dan masih banyak lainnya. Pendidikan yang diterapkan dalam pondok pesantren pun dikenal cukup disiplin dan juga ketat selama mendidik para santri.

Akan tetapi, semua ini pun demi kebaikan para santri supaya kelak bisa terjun ke masyarakat menjadi pribadi yang beradab, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama. Anda pun dapat menentukan pilihan untuk mendaftarkan putra putri di pondok pesantren Sidoarjo sesuai dengan keinginan dan juga si buah hati.

1. Pondok Pesantren Al Hamdaniyah

Pondok pesantren Al Hamdaniyah ini merupakan pesantren tertua di provinsi Jawa Timur. Hal tersebut dapat Anda lihat dari segi bangunan pondok pesantren yang sudah cukup tua, dan sekilas tidak ada yang istimewa di dalamnya. Namun siapa yang menyangka bahwa sejarah dibalik pondok pesantren ini yang terbilang sangat berkesan sekali.

Seperti yang diketahui bahwa Pondok Pesantren Al Hamdaniyah adalah salah satu ponpes yang sukses menghasilkan sejumlah ulama besar dan berpengaruh dalam sejarah perkembangan agama islam di Indonesia. KH Hasyim Asyari merupakan salah satu pendiri organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Untuk sekarang ini, jumlah santri yang bermukim di pondok pesantren tersebut sekitar 200 orang dari berbagai daerah di Indonesia. KH Hasyim Fakhrurrozi sekarang menjadi pengasuh dari Pondok Pesantren Al Hamdaniyah.

Baca juga:

2. Pondok Pesantren Al Amanah Junwangi

Pondok pesantren yang pertama ini bernuansa modern berdiri pada tahun 1992 oleh KH Nurcholis Misbah. Dalam menjalankan pendidikannya, ponpes Al Amanah berpedoman pada visinya yakni Mencetak kader pemimpin bangsa yang beriman, berilmu, beramal, dan juga bertaqwa. Dari visi tersebut, munculnya beberapa misi pendidikan seperti :

  • Menciptakan lembaga pendidikan yang progresif, dengan guru yang mempunyai kualitas mu’alim, muaddib, murobbi, mursyid dengan manajemen pendidikan modern serta berbasis pesantren.
  • Mendidik para santri untuk menjadi insan kamil, cerdas dan berakal, sehat jasmani dan rohani, mapan dalam emosional dan spiritual.
  • Mendidik para santri beriman dengan sempurna, memiliki ilmu yang luas dan mendalam, berakhlak mulia, serta peduli terhadap sesama.
  • Menumbuhkan karakter disiplin, jujur, kreatif, berkualitas dan berani.
  • Mendidik para santri mencintai ilmu, memuliakan para guru, mencintai dan menghormati antar sesama.

Mengenai kurikulum yang diterapkan pada ponpes Al Amanah pun sudha menggunakan kurikulum terpadu berdasarkan pada kurikulum Kemenag yang dipadukan dnegan pendidikan pesantren. Di sini, para santri bisa memilih dua program utama pesantren seperti :

  • Sanggar Tahfidz Entrepreneur

Termasuk ke dalam program yang fokus pada penghafalan Al quran dengan mempunyai keahlian kewirausahaan bisa diterapkan setelah lulus dari pondok pesantren.

  • Sanggar Kutubut Turots

Termasuk ke dalam program yang fokus pada pendalaman sejumlah kitab kuning hingga seluruh santri dapat memahami serta menguasai isi teks turots tersebut.

BACA JUGA: Raden Dewi Sartika, Tokoh Pahlawan Pendidikan bagi Perempuan

3. Pondok Pesantren Sabilurrosyad

Pondok pesantren ini berlokasi tepat di pusat kota Sidoarjo dan merupakan salah satu lembaga pendidikan islam yang dibangun pada tahun 1992 oleh pasangan KH Amiruddin Mu’in dan Nyai Nurul Maghfiroh.

Pondok pesantren Sabilurrosyad ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sabilur Rosyad Al Utsmani yang sudah mempunyai sejumlah unit pendidikan formal maupun non formal. Di antaranya meliputi TPQ, Madrasah Diniyah, TK, SD, SMP, dan SMK.

Para siswa yang mengenyam pendidikan pada unik formal SMP dan SMK, nantinya dapat memilih untuk ikut ke dalam program pesantren atau pun hanya kegiatan sekolah formal seperti pada umumnya.

Semenatra untuk program pesantren yang ada di sini pun mempunyai program unggulan Madrasah Diniyah selama 7 tahun. Yang mana program tersebut diharapkan bisa mencetak generasi penerus yang memiliki akhlak mulia, berjiwa islami serta berwawasan global. Yang sudah terbukti juga mampu menjadi kader pemimpin umat islam demi menjaga dan meneguhkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah di Indonesia.

Selain kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, para santri juga bisa melakukan berbagai aktivitas rutin seperti halnya Maulid Diba’, Yasinan, Tahilan, Sholawat, Istighotsah, Khitobah dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pondok pesantren Sidoarjo memang dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memiliki ponpes tertua di Jawa Timur sehingga Anda bisa menjadikan pilihan terbaik bagi putra putri mengenyam pendidikan.

 

Comments are closed.

Dewi.Me

Berisikan catatan pribadi, bersama keluarga, dan rekan-rekan berbagai informasi. Mengumpulkan serpihan hal yang menarik seputar Keluarga, Kesehatan, Pendidikan, Makanan, dan Kecantikan. Bersama-sama meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.

Kategori Artikel

Web Network